Aktifis Tantang Kadinkes Konsumsi Obat Hampir Expired

by -306 views

Lampu Hijau, Kota Tangerang-
Aktivis sekaligus penggiat sosial Andrianto menantang kepala dinas kesehatan kota Tangerang untuk sama sama mengkonsumsi obat yang masa kadaluwarsanya hampir habis.

Hal tersebut menyusul setelah kepala dinas kesehatan kota Tangerang Liza Puspadewi menyebutkan bahwasanya obat yang diberikan kepada salahsatu pasien puskesmas dibilangan Kunciran, Kecamatan Pinang hampir habis masa kadaluwarsanya aman untuk dikonsumsi.

“Kalau memang aman, saya mengajak dr. Liza yang terhormat sama sama mengkonsumsi obat yang hampir habis masa expirednya,” tutur Andri kepada wartawan sabtu (14/11/2020).

Menurut Andri, kendati sebelumnya masyarakat telah diberikan edukasi untuk membuang obat tersebut dalam dua pekan kedepan, namun demikian dirinya menilai dinas kesehatan terlampau berani untuk mengedarkan obat yang sudah hampir tidak layak untuk dikonsumsi.

“Kita tidak perlu bicara himbauan BPOM, kita gunakan akal sehat aja, obat itu kan sudah mau expired resikonya bukannya jadi sehat malah yang ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan semakin menjadi sakit,”tuturnya.

Disisi lain, Andrianto yang juga tercatat sebagai ketua Gema Anak Indonesia Bersatu (GAIB) berharap kepala dinas kesehatan kota Tangerang dapat lebih bijaksana dalam memberikan pernyataan kepada masyarakat, terlebih dimasa pandemi masyarakat semakin sulit untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

“Dimasa pandemi seperti sekarang ini sebenarnya masyarakat takut dan khawatir untuk datang kepuskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, namun disisi lain saat keadaan dan kondisi terdesak memaksa kami masyarakat awam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan malah diberikan obat yang hampir habis masa expirednya,” jelas aktifis yang kerap menggunakan peci tersebut.

Atas kondisi tersebut, ia menduga ada permainan kotor dalam hal pengadaan obat dilingkungan dinas kesehatan kota Tangerang, pasalnya dalam segi anggaran dinas kesehatan kota Tangerang mendapatkan hak istimewa pasalnya dinas yang dinahkodai dr. Liza tersebut tidak terkena rasionalisasi atau pengurangan anggaran.

“Yang ada di dinas itu mungkin malah ditambah, apa iya untuk pengadaan obat yang menjadi hak dasar masyarakat juga dikurangi speknya (Spesifikasi-red) ?,”tuturnya.

Dengan demikian dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat kepada dinas kesehatan kota Tangerang untuk mendapatkan informasi berapa besara anggaran dan digunakan untuk apa anggaran tersebut.

“Pastinya kita tidak tinggal diam, itu uang rakyat masa iya rakyat diberikan obat kayak gitu,” pungkas Andri.

Sebelumnya Aliansi masyarakat Tangerang mendesak walikota Tangerang Arief R Wismansyah mencopot kepala dinas kesehatan dr. Liza Puspadewi lantaran dinilai tidak mampu memeberikan pelayanan kesehatan yang menjadi hak dasar masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Saipul Basri Koordinator Aliansi Tangerang raya, saat menggelar aksi unjuk rasa dihalaman pusat pemerintahan kota Tangerang dan kantor dinas kesehatan kota Tangerang Jumat (13/11/2020).

Menurut Aktifis yang akrab disapa Marcel Tersebut, Pemkot Tangerang kurang serius dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terlebih pihaknya telah lebih dari sekali menemukan pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) memberikan obat yang hampir kadaluarsa.

“Pelayanan kesehatan Bobrok, tidak maksimal, Amburadul beberapa kali kita menemukan beberapa pasien diberikan obat yang masa kadaluarsanya hampir habis,” jelas Marcel.

Menurut dia, Pernyataan kepala dinas kesehatan yang menyebut obat yang hampir habis masa berlakunya tersebut masih bisa dikonsumsi oleh pasien adalah bentuk dari keteledoran kepala dinas yang dinilainya tidak mampu mengawasi pusat – pusat pelayanan kesehatan masyarakat diwilayah.

“Memang betul obat tersebut belum expired, tetapi yang namanya kalau obat itu sudah memasuki bulan berjalan expired kenapa masih diberikan kepada pasien kan itu sangat beresiko, siapapun saya rasa tidak akan mau mengkonsumsi obat yang masa expirednya tinggal beberapa hari lagi,”tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *