Pemerintah dan Para Tokoh Banten Membahas Manfaat Situ dan Sungai

by -270 views

Lampu Hijau, Kota Tangerang –

Dalam rangka membahas peran strategis dalam pengelolaan dan pemanfaatan Situ, para penggiat peduli sungai menggelar temu komunitas di Saung Banksasuci, Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh narasumber dari, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Mochammad Tranggono, Rektor STISIP Yuppentek, Bambang Kurniawan, Direktur Eksekutif Banksasuci, Ade Yunus, Direktur Riset dan Konservasi YAPELH, Herman Felani (moderator), para peserta dari berbagai Komunitas peduli Situ dan Sungai, serta mahasiswa.

Dalam pengelolaan Situ, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Mochammad Tranggono mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan KPK dalam menyikapi adanya sertifikasi Situ yang dimiliki oleh pihak swasta.

“Pemerintah punya perhatian dalam penyelamatan Situ. Bagaimana kita mengelola pola ekologi, pola lingkungan, pola sertifikasi dan optimasi yang berkaitan dengan Situ. Kita tidak bisa sendiri kita perlu peran serta masyarakat meningkatkan kualitas lingkungan perasarana SDA,” ujar Mochammad Tranggono saat diwawancarai, Jum’at (27/11/2020) malam.

Semasa pelaksanaannya, ekosistem biota air yang rusak menjadi salahsatu resiko adanya pembangunan, namun dirinya menyangkal akan berkonsekuensi mempertahankan ekosistem yang ada di beberapa daerah.

“Konsekuensi dari pembangunan itu pasti ada yang rusak, tapi disisi lain itu kita melakukan konservasi, jadi kita liat pada saat pembangunan itu hadir karena ada masyarakat yang melakukan pengerusakan, yah kita konsekuensi sementara ini ya, mau gak mau pasti ada yang rusak, seperti eceng gondok kenapa harus dipelihara, tapi kita konsekuensi ada beberapa daerah yang harus dipertahankan untuk ekosistem itu,” tukasnya.

Dilain sisi, mengingat sempat terjadi interpensi hingga terhenti sementara proyek pembangunan joging track di Situ Cipondoh, Rektor STISIP Yuppentek, Bambang Kurniawan menilai secara perspektif bahwa peran serta pemerintah dalam pengelolaannya harus disertai dengan peran serta masyarakat.

“Saya melihat Situ itu secara perspektif, bagaimana Situ itu dapat dikelola oleh masyarakat. Kenapa situ itu harus dikelola oleh masyarakat? Ini bukan cerita umum, banyak yang saling sikut-menyikut, banyak yang ingin mengelola Situ. Potensi kecil ini kalau tidak dibahas secara tuntas akan menjadi kerikil kecil. Mangkanya harus dikelola bersama masyarakat. Jadi saya harap dalam pengelolaan Situ harus berbasis masyarakat,” tegasnya.

Senada dikatakan oleh Direktur Eksekutif Banksasuci, Ade Yunus yang menyayangkan adanya Situ yang menjadi sumber resapan air beralih fungsi menjadi perumahan.

“Saya harap ada peran serta pemerintah untuk kembali mengukur luas, dari banyaknya perubahan. Karena banyaknya situ yang beralih fungsi, menjadi perumahan.
Berikutnya terkait pengerusakan, ini harus didata oleh pemerintah dari adanya pembuangan limbah domestik dari permukiman real estate,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *