Diduga Dana PKH 2018-2019 Warga Sepatan Timur Diselewengkan Oknum

by -271 views

Lampu Hijau, Tangerang-

Siti Sa’diah, warga Kampung Tanah Merah, RT 02/01, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menduga dana Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya diselewengkan oknum.

“Alasannya, sejak 2018 sampai 2019, saya tidak pernah menerima dana PKH, yang biasa saya terima sejak 2014 sampai 2017,” kata Sa’diah, kepada Wartawan, di kediamannya, Senin (1/2/21).

Sa’diah menuturkan, dugaan penyelewengan dana PKH-nya terungkap, setelah menerbitkan rekening koran pada awal 2020 lalu. Saat itu, ia berinisiatif menerbitkan rekening koran setelah menerima kartu ATM PKH dan buku tabungannya.

Kenapa akhirnya menerima kembali kartu ATM PKH dan buku tabungannya pada awal 2020, Sa’diah mengatakan, itu karena setelah ia menerima keterangan dari salah satu agen BRILink, yang menyatakan bahwa namanya masih terdaftar sebagai KPM PKH. Akhirnya, ia mempertanyakan hal tersebut ke pendamping sosial berinial L.

“Setelah salah satu agen BRILink bilang nama saya masih dapat PKH, yasudah saya langsung menemui pendamping sosial berinisial L, yang bilang saya sudah engga dapat dana PKH lagi pada awal 2018,” tuturnya.

Karena tidak ada penjelasan yang jelas, akhirnya Sa’diah pulang ke rumah. Tiba-tiba sekitar 10 menit kemudian, ada seorang yang mengaku disuruh L, untuk memulangkan kartu ATM PKH dan buku tabungannya.

“Bahkan, orang suruhan L minta dia jangan dibawa-bawa. Karena dia hanya disuruh L. Nah, setelah nerima kartu ATM PKH dan buku tabungan, dua hari kemudian saya langsung cetak rekening koran untuk mengetahui transaksi yang tercatat dari buku tabungan PKH saya. Ternyata, masih ada uang masuk dan uang keluar dari rekening PKH saya pada 2018 dan 2019,” tuturnya.

Di tempat terpisah, saat ingin dikonfirmasi Tangerang Ekspres di kediaman L, Senin (1/2) siang, seorang pria yang mengaku suami L mengatakan, L sedang kerja di salah satu klinik di wilayah Karawaci, Kota Tangerang. L biasa pulang malam.

Malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, Tangerang Ekspres mencoba untuk kembali meminta keterangan dari L. Di depan kediaman L, wartawan mencoba menghubungi nomor L dahulu. Namun yang mengangkat telepon adalah suami L. “Istri saya belum pulang. Maaf ya saya mau istirahat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.