Warga RT. 05 Menolak Pembangunan TPS3R Diperumahan Nusaloka Serpong

by -84 views

Lampu Hijau, Tangerang Selatan –

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tangerang Selatan. dalam rangka mensukseskan kerja pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya, membuat suatu program kerja yang bernama KOTAKU ( Kota Tampa Kumuh ). Sesuai dengan amanat perda No. 3. Tahun 2019, yang menerangkan bahwa pengelolaan sampah diwilayah adalah tanggung jawab masyarakat di lingkungan masing-masing.

Untuk itulah Dinas PUPR Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Forum Masyarakat lingkungan, sepakat memulai pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle ( TPS3R ), yang berlokasi diwilayah Sektor X1V-5 Perumahan Nusaloka BSD City RT. 005, RW. 007. Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.

Melalui hasil kajian dan identifikasi lahan aset fasos, fasum sebelumnya, dari dinas tata ruang kota. Muncul beberapa titik lokasi yang ideal untuk pembangunan sarana prasarana TPS3R. salah satunya dilokasi tersebut diatas. Diketahui pada wilayah itu terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga yang akan dikelola pembuangan sampahnya. Dari hasil rembug dengan Forum tingkat RT dan RW, pengelolaan sampah dilakukan sesuai kesepakatan dengan warga yang meminta agar jenis sampah yang dikelola hanya sampah kering saja.

Juga dalam proses pengerjaan nya nanti masyarakat sudah ada jaminan keamanan dari pihak pengelola dalam aspek apa saja yang dikawatirkan. Seperti aspek analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL ). setiap air dari pembuangan limbah nanti akan dimasukin dulu kedalam Ipal atau tank pengurai sehingga bebas racun sebelum dibuang kesungai. Dan hal semacam itu sudah masuk dalam standar Operasional Peraturan ( SOP ) oleh pihak pengelola sampah masyarakat itu sendiri nantinya.

Adapun dari beberapa orang warga yang menolak pembangunan ini, diduga kuat disebabkan oleh kesalahpahaman dan tidak mengerti persoalan, atau belom mendapat penjelasan dari sosialisasi yang mungkin belom merata dari pihak RT. Bisa juga mereka belom tau manfaat kebaikan dari program Pemda ini kedepannya. Atau mungkin juga ada segelintir orang yang notabene merasa hak fasos dan fasum harus sesuai peruntukannya seperti apa yang didengar sewaktu pembelian rumah mereka dahulu.

Dalam hal ini perlu diketahui, sebelum pembangunan TPS3R dimulai sudah diadakan rapat besar terlebih dahulu, dimana element terkait dari pemerintah juga hadir pada saat itu. Ada perwakilan dari DPRD, Dinas LH, ada dari Kelurahan dan Masyarakat yang kesepakatannya di ambil pada Minggu kemaren.

Didasari oleh salah satu syarat pengelolaan sampah yang harus dibangun diatas lahan aset Pemda. Maka pihak PUPR butuh area yang ideal. Dan oleh sebab keterbatasan lahan juga serta adanya tawaran dari warga setempat yang mengajak pembangunan dilaksanakan diwilayah mereka saja maka disepakatilah TPS3R dibangun ditempat sekarang ini. Karna luas area yang ideal itu paling tidak 200 meter persegi.

Berawal dari data base line, yang dimana dari situlah muncul matrix dan dari matrix tersebut munculah kebutuhan dan dari kebutuhan itulah baru kami sampaikan ke pusat. Kemudian dari pusat munculah daftar lokasi yang seindonesia itu ada 34 titik. Salah satunya titik itu adalah Rawa Mekar Jaya.

Setelah muncul daftar lokasi ( daflok ), dari sanalah baru muncul anggaran. Yang pada prosesnya, pihak PUPR melalui balai warga membentuk kepanitiaan pembangunan. Karena dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara swakelola dan padat karya dimana pelaksana adalah masyarakat.

Setelah rembug musyawarah dilakukan untuk kepanitiaan pembangunan oleh BKM ( Badan Keswadayaan Masyarakat ), Maka terbentuklah kelembagaan pembangunan dengan nama KSM ( Kelompok Keswadayaan Masyarakat ) yang diketuai oleh M. Muslim. Ketua RW. 07 Kelurahan Mekar Jaya Serpong.

Dalam pertemuannya dengan wartawan di ruang balai warga. Elvira Fitriani, Selaku Askot Mandiri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ), Kota Tangerang Selatan. Sebagai pengawas pembangunan menyampaikan bahwa, yang terjadi hanyalah kurangnya komunikasi dan sosialisasi. Menurutnya pelaksanaan pembangunan TPS3R itu sudah tepat langkah dan sesuai dengan aturan juga Regulasinya.

Pembangunan terhenti dikarenakan warga Rt. 05 menolak pembangunan

” Ya mas, kami disini ada bukan datang begitu saja, saya datang karna ada teman teman media mau konfirmasi hari ini disini. Sekarang saya jelaskan, bahwa pembangunan ini masalahnya hanya sosialisasi nya saja mungkin belum merata, dampaknya banyak juga yang salah paham, padahal kami sudah rapat besar sebetulnya. Sekarang coba banyangkan berapa banyak sampah kota tangsel yang di buang ke daerah laen. Kenapa harus kita korbankan lingkungan laen klo bisa kita selesaikan dilingkungan kita sendiri ” . Pungkas Elvira Fitriani.

Masih dilokasi dan kesempatan yang sama. Ketua KSM ( kelompok keswadayaan Masyarakat ). M Muslim sebagai panitia pembangunan, yang juga menjabat jadi ketua RW disana menjelaskan pada awak media. Bahwa dari keseluruhan ketua RT diwilayah naungan RW hanya satu RT saja yang menolak dengan pembangunan tempat pengelolaan sampah ini. Tapi nanti pihak pengurus RW akan melakukan pertemuan lagi dengan warganya untuk membahas tindakan apa yang akan diambil untuk kebaikan bersama nantinya.

” Begini mas saya jelaskan, sebelum dimulai nya pembangunan ini saya sebagai ketua RW sudah melakukan sosialisasi dengan semua RT saya disini, Nah kemaren itu saat pertemuan dilaksanakan memang ada satu RT 05 saja yg menolak pembangunan ini. Tapi sembilan RT Lagi semuanya setuju. Maka dari itu saya ga ngerti kenapa ketika pembangunan ini sudah mulai berjalan baru ada suara-suara yang seperti sekarang. Tapi itu tak masalah kami akan tempuh langkah persuasif dengan adakan pertemuan dan sosialisasi lanjutan “. Terang M. Muslim.

Sementara itu dilain lokasi, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan kepada compas.com sudah menerima laporan penolakan warga terkait masalah pembangunan TPS3R itu dari dinas lingkungan hidup. Pihaknya mendorong mediasi supaya ada solusi terbaik bagi warga yang menerima ataupun menolak.

” Ya saya ada menerima laporan bahwa ada satu RT yang masih menolak dan sudah dilakukan pertemuan, Kami tetap upayakan berikan pengertian dan mencoba merangkul agar mereka bisa menerima,” ungkap Benyamin. ( Team )

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.