WH Sorot Dapur MBG di Belakang Rumahnya tidak Sesuai Prosedur BGN

by -5 views

Lampuhijau.id, Tangerang —

Mantan Gubernur Banten yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, Wahidin Halim menyoroti pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga sarat dengan pratik korupsi.

Wahidin mengaku telah menelusuri menu MBG dan menemukan bahwa bahwa satu porsi MBG nilainya tidak sampai Rp 7.000. “Itu kalau dihitung ngga sampe Rp 7.000 untuk satu anak,” kata Wahidin dikutip dari video yang diunggah di Instagram @wh_wahidinhalim, Minggu (12/4/2026).

Pada kesempatan itu Wahidin Halim juga mengungkap tragedi keracunan menu MBG yang menimpa 100 siswa di Cipondoh, Kota Tangerang, pada Rabu (8/4/2026).

Keracunan itu bersumber dari makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di belakang rumah Wahidin Halim di Cipondoh, Kota Tangerang, yang dikelola seorang warga Serang, Banten.

“Dapur MBG atau SPPG yang berada di belakang rumah saya yang dikelola Yayasan Banten Hebat menyebabkan keracunan makanan pada hari Rabu 8 April,” kata Wahidin Halim.

Menu yang menyebabkan keracunan adalah telur yang disajikan menggunakan mayones.

Wahidin menyatakan bahwa program MBG milik Presiden Prabowo Subianto itu cukup bagus mencerdaskan anak-anak bangsa.

Menurutnya, hampir 100 siswa mengalami keracunan terdiri atas siswa SMK Farmasi, TK Al Irsyadiyah, hingga siswa Pondok Pesantren WH Tahfidz.

“Kurang lebih hampir 100 orang tersebut saat tengah malam terserang penyakit buang-buang air, perutnya melilit dan juga ada yang muntah nah ini berbahaya,” kata Wahidin.

“Oleh karena itu, akan saya laporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) jadi MBG memang belum dikelola secara baik sebagai anggota DPR RI ini sebuah catatan untuk saya sampaikan bila perlu ke Presiden. Jadi kalau sekarang banyak orang yang mengkritik ya memang pratiknya masih terjadi banyak persoalan yang sudah menjadi komplikasi,” katanya

(CR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.