Di Duga Alergi Di Konfirmasi, Forum Jurnalis Minta Walkot Evaluasi Jabatan Dua Kasudin Di Jakbar

by

Lampuhijau.id, Jakarta Barat —

Forum Jurnalis Jakarta Barat menyesalkan sikap Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air dan Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat yang di duga alergi terhadap persoalan informasi publik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Jurnalis Jakarta Barat, Kornelius, Selasa (15/9).

Padahal belum lama ini Provinsi DKI Jakarta meraih predikat “Informatif” dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025, yang diadakan oleh Komisi Informasi DKI Jakarta.

Mendapat penghargaan terkait soal keterbukaan informasi itu seharusnya dapat di jadikan contoh bagi SKPD/UKPD dan jajaran Pemprov DKI, khususnya Kepala Suku Dinas SDA dan Bina Marga Kota Adm Jakarta Barat.

“Ko bisa ya Gubernurnya dapat penghargaan, tapi Kasudinnya terkesan tertutup dengan permasalahan keterbukaan informasi publik,” ucap Kornel.

Kornel mengungkapkan, persoalan itu terlihat saat para kuli tinta mengeluh karena kesulitan melakukan konfirmasi berbagai permasalahan yang menyangkut kinerja instansi di Pemkot Jakarta Barat. Di antaranya, masalah saluran air dan trotoar di Jakarta Barat yang terlihat amburadul. Kornel pun menghimbau kepada kedua Kasudin itu untuk membuka akses informasi publik bila dikonfirmasi wartawan, jangan menutup diri dan alergi terhadap jurnalis.

“Ini jelas kinerja kedua Kasudin itu seperti tidak searah dengan pola kerja Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, yang mana sedang berupaya untuk menciptakan Jakarta Barat lebih baik dan Walikota sangat membuka akses informasi publik. Jadi, kita berharap Gubernur DKI maupun Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah harus segera mengevaluasi kedua Kasudin itu,” ujarnya.

Pernyataan Ketua Forum Jurnalis itu terkait soal komitmen Pemkot Jakarta Barat, dimana soal keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Seperti sebelumnya, Pemkot Jakarta Barat, berkomitmen memperkuat kapasitas SDM hingga tingkat kecamatan dan kelurahan demi mewujudkan Jakarta Barat yang lebih transparan dan akuntabel.

“Komitmen Pemkot itu harus dijalankan oleh jajaran Suku Dinas, dan para SKPD/UKPD, dan bukan seolah terlihat mengabaikan,” tegasnya.

Permasalahan yang menyangkut kinerja dua Kepala Suku Dinas itu diantaranya soal saluran air di Puri Mansion yang menyebabkan kemacetan.

Selain itu trotoar di wilayah Jakbar yang amburadul juga seolah tampak dibiarkan oleh instansi terkait. Tiang-tiang fiber optik yang menjamur di pemukiman, padahal seharusnya tidak diperbolehkan menggunakan kabel udara.

“Lihat saja di depan pintu masuk Jalur 20, tepatnya depan SPBU Kelurahan Meruya Utara Kecamatan Kembangan Jakarta Barat, saluran air dipenuhi sampah, sehingga kalau turun hujan sering terjadi genangan, dimana kerja Sudin SDA Jakarta Barat,” ungkap Juri salah seorang warga saat diminta tanggapannya, Selasa (15/9).

Selain persoalan saluran air di wilayah Jakarta Barat, juga banyak trotoar di sepanjang Jalan Daan Mogot KM 16 dan 17 Kalideres amburadul.

Kiwong, warga Kalideres, mengatakan, persoalan trotoar jalan yang terkesan amburadul seharusnya segera di respon oleh Suku Dinas Bina Marga.

“Jadi, trotoar jangan seolah dibiarkan terlihat amburadul, harus segera di perbaiki,” pungkasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.