Lampuhijau.id, Jakarta —
Pemerintah Kota (Pemkiot) Administrasi Jakarta Barat mendorong masyarakat untuk menerapkan pemilahan sampah dari sumber serta meningkatkan upaya dalam pencegahan penyakit.
Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainah mengatakan
pihaknya menekankan pentingnya penerapan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026, tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Dikatakan Walikota Jakarta Barat, lingkungan RW 01 Kelurahan Joglo Kembangan menjadi salah satu wilayah percontohan yang aktif dalam menerapkan soal pemilahan sampah.
“RW 01 Joglo sendiri diproyeksikan menjadi salah satu wilayah percontohan yang aktif menerapkan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Saya harap warga di sini aktif melaksanakan program pilah dan olah sampah,” ujar Iin saat kunjungannya ke komplek Dirjen Migas Kelurahan Joglo, Kembangan Jakarta Barat, Jumat 9/10.
Ketua RT 09/RW 01 Kelurahan Joglo, Eko Budi Santoso, mengatakan warga mulai beradaptasi dengan kebiasaan memilah sampah setelah mendapatkan sosialisasi dan edukasi secara bertahap.
“Awalnya warga sempat merasa agak repot karena terbiasa langsung membuang sampah begitu saja. Namun, berkat edukasi secara bertahap, warga kini mulai sadar dan mandiri memilah sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing,” kata Eko.
Untuk diketahui, wilayah RW 01 mencakup 68 kepala keluarga (KK), dengan sekitar 30 persen warganya merupakan lansia. Selain kegiatan senam untuk menjaga kesehatan, Karang Taruna setempat juga mengembangkan aplikasi kependudukan dan pengelolaan sampah guna memudahkan pendataan serta proses pengangkutan sampah.
“Meski demikian, warga berharap dukungan pemerintah melalui pembinaan langsung serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Jakarta Barat Imron Sjahrin, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Depika Romadi, Camat Kembangan M. Fahmi Karsawijaya, Lurah Joglo Rizky Denni Ananda, Dewan Kota Jakarta Barat Nurdin Supriyadi, serta unsur perangkat daerah dan masyarakat.
Sementara itu, pemilahan dan pengolahan sampah juga dilakukan oleh Dishub Terminal Bus Kalideres Jakarta Barat.
Pengolahan sampah yang dilakukan oleh jajaran Dishub Terminal Bus Kalideres, merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin.
Kepala Terminal Bus Kalideres Nur Prasetyo mengatakan, Pengolahan sampah yang dilakukan oleh jajaran Dishub Terminal Kalideres, hasil dari kegiatan bersih bersih itu dilakukan di area Terminal.
“Kami mengimbau kepada para penumpang di Terminal Kalideres, agar tidak membuang sampah sembarangan.
Jadi, kalau Terminal ini bersih, tentunya lingkungan menjadi nyaman dan sehat bagi para penumpang,”
ujarnya.
(Leman)







